review-film-the-expendables-3

Review Film The Expendables 3

Review Film The Expendables 3. Rilis Agustus 2014, The Expendables 3 datang dengan janji terbesar: lebih banyak bintang, lebih banyak aksi, dan kali ini rating PG-13 supaya bisa ditonton remaja. Hasilnya? Film yang paling ramah keluarga di seri ini, tapi juga yang paling dikritik karena kehilangan jiwa brutal dari dua film sebelumnya. Box office tetap lumayan (215 juta dolar), tapi banyak penggemar lama keluar bioskop dengan rasa “kurang greget”. BERITA BOLA

Generasi Baru dan Bintang Baru: Review Film The Expendables 3

Stallone putuskan ganti sebagian tim lama dengan wajah muda: Kellan Lutz, Ronda Rousey, Glen Powell, dan Victor Ortiz. Ide-nya bagus di atas kertas (generasi tua kasih tongkat estafet), tapi di layar terasa dipaksakan. Wesley Snipes masuk sebagai Doctor Death dengan one-liner “tax evasion” yang lucu, Antonio Banderas sebagai Galgo yang cerewet bikin ngakak, dan Mel Gibson sebagai villain Conrad Stonebanks jadi sorotan utama. Gibson main jahat dengan dingin dan cerdas, langsung jadi salah satu musuh terbaik seri ini.

Aksi yang “Bersih” dan Kurang Gigit: Review Film The Expendables 3

Karena PG-13, darah hilang, kepala nggak meledak lagi, dan ledakan jadi lebih “kartun”. Adegan kereta api, tank di gedung, dan pertarungan akhir di hotel masih seru secara visual, tapi terasa kurang sakit dibanding dua film sebelumnya. Montase rekrutmen tim muda dengan slow-motion dan musik rock masih keren, tapi klimaksnya terlalu ramai dan terlalu cepat selesai. Banyak yang bilang “ini seperti film action biasa, bukan Expendables”.

Mel Gibson dan Comeback yang Epik

Gibson curi perhatian sebagai mantan pendiri tim yang kini jual senjata. Dialognya dengan Stallone penuh dendam pribadi, terutama baris “You’re the virus, I’m the cure” yang langsung ikonik. Snipes dan Banderas juga bawa energi baru, sementara Harrison Ford gantikan Bruce Willis sebagai bos CIA dengan helikopter dan sikap “I don’t give a damn”. Arnold masih ada, tapi screentime-nya dikurangi. Sayangnya, Jet Li cuma muncul 3 menit.

Warisan yang Terasa Akhir Bab

Di 2025, The Expendables 3 sering disebut sebagai “yang paling lemah” di trilogi utama. Bukan karena buruk, tapi karena terlalu aman. Film pertama kasih kejutan, kedua kasih tawa dan ledakan maksimal, ketiga coba jadi lebih besar tapi malah kehilangan identitas “hard-R” yang bikin seri ini spesial. Stallone sendiri pernah bilang ini kesalahan rating, dan rencana film keempat balik ke R-rating jadi bukti dia setuju.

Kesimpulan

The Expendables 3 seperti reuni keluarga besar yang semua orang datang, tapi pesta-nya dijaga supaya nggak terlalu rusuh. Masih ada momen seru (Gibson vs Stallone, Banderas ngomong tanpa henti, Snipes keluar penjara), tapi darah dan nyawa yang bikin dua film sebelumnya legendaris sudah banyak hilang. Kalau kamu mau perkenalkan seri ini ke anak atau adik, mulai dari sini oke. Tapi kalau kamu pengen ngerasain kenapa orang dulu tepuk tangan tiap Arnold bilang “I’ll be back”, mending ulang film kedua. Tetap menghibur, tapi ini Expendables yang paling “jinak” di antara yang liar. Mission… half accomplished.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *