Review Film That Christmas: Love Actually Versi Anak-Anak

Review Film That Christmas: Love Actually Versi Anak-Anak

Review Film That Christmas: Love Actually Versi Anak-Anak. That Christmas yang tayang di Netflix pada 4 Desember 2025 langsung jadi salah satu film animasi liburan paling hangat tahun itu. Disutradarai oleh Richard Curtis—penulis legendaris di balik Love Actually dan Notting Hill—film berdurasi sekitar 104 menit ini menghadirkan cerita Natal yang penuh keajaiban, kekacauan kecil, dan hati besar, tapi ditujukan khusus untuk anak-anak dan keluarga. Dengan gaya animasi 3D yang cerah dari Locksmith Animation, film ini mengisahkan tiga cerita saling terkait di sebuah desa kecil Inggris menjelang Natal. Suara bintang seperti Fiona Shaw, Jodie Whittaker, Bill Nighy, dan anak-anak seperti Ramona Milan dan Gabriel Bateman membawa kehangatan khas Curtis ke layar. Banyak yang menyebutnya sebagai “Love Actually versi anak-anak”, dan memang benar: romansa ringan, salah paham lucu, dan semangat kebersamaan jadi inti cerita tanpa terlalu rumit. INFO CASINO

Sinopsis dan Alur Cerita: Review Film That Christmas: Love Actually Versi Anak-Anak

Cerita berpusat di desa kecil bernama Trevarrock, di mana Natal selalu berjalan mulus berkat tradisi dan kerja sama warga. Namun tahun ini, segalanya mulai kacau. Ada tiga alur utama yang saling terhubung:
Pertama, Jack, seorang anak laki-laki berusia 9 tahun, merasa khawatir karena ayahnya yang baru bercerai mungkin tidak datang ke rumah Natal. Jack diam-diam berharap Santa bisa membantunya. Kedua, Danny, teman Jack yang lebih muda, tak sengaja membuat Santa tersesat di desa setelah meminta hadiah aneh: ingin ayahnya pulang. Ketiga, kepala sekolah Mrs. O’Connell (Fiona Shaw) sedang berjuang mengatur pertunjukan Natal sekolah sambil menghadapi perasaan lama yang muncul kembali saat mantan kekasihnya muncul sebagai tamu.
Semua cerita ini bertabrakan saat Santa (disuarakan Bill Nighy dengan aksen khas) benar-benar tersesat di desa karena badai salju dan masalah kereta luncur. Anak-anak berusaha membantu Santa tanpa diketahui orang dewasa, sementara orang dewasa sibuk dengan drama kecil mereka sendiri: cinta lama yang kembali, kesalahpahaman keluarga, dan upaya menjaga semangat Natal tetap hidup. Alur bergerak dengan tempo ringan, penuh momen lucu seperti anak-anak menyembunyikan Santa di loteng sekolah atau Santa yang tak paham teknologi modern. Di akhir, semua cerita terjalin indah dalam pesta Natal desa yang hangat, mengingatkan bahwa Natal adalah tentang kebersamaan, pengampunan, dan keajaiban kecil sehari-hari.

Performa Suara dan Produksi: Review Film That Christmas: Love Actually Versi Anak-Anak

Cast suara film ini jadi salah satu kekuatannya. Fiona Shaw sebagai Mrs. O’Connell membawa otoritas tapi juga kelembutan yang pas untuk karakter guru yang tegas namun penyayang. Bill Nighy sebagai Santa memberikan sentuhan sarkasme halus yang lucu, membuat Santa terasa lebih manusiawi daripada biasanya. Jodie Whittaker sebagai ibu Jack menyampaikan emosi duka dan harapan dengan tulus, sementara suara anak-anak seperti Ramona Milan (Danny) dan Gabriel Bateman (Jack) terasa alami dan menggemaskan—mereka membawa energi polos yang membuat cerita terasa hidup.
Produksi animasi dari Locksmith terlihat cerah dan hangat: desa bersalju dengan lampu-lampu Natal, rumah-rumah bergaya Inggris klasik, dan ekspresi karakter yang ekspresif. Warna-warna merah, hijau, dan emas mendominasi, menciptakan nuansa liburan yang kuat. Musik latar penuh lagu-lagu Natal klasik dan orisinal yang mendukung emosi tanpa mengganggu. Adegan-adegan aksi kecil seperti Santa terjebak di cerobong atau anak-anak menyelundupkan reindeer terasa dinamis dan cocok untuk penonton muda.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan terbesar That Christmas adalah kemampuannya menangkap semangat Love Actually—beberapa cerita saling terkait, humor ringan, dan pesan tentang cinta serta keluarga—tapi disesuaikan untuk anak-anak tanpa kehilangan kehangatan. Cerita terasa segar karena fokus pada perspektif anak, dengan elemen magis yang tidak berlebihan. Humornya pintar, emosinya menyentuh, dan durasinya pas agar tidak membosankan. Banyak keluarga menyebutnya sebagai film Natal yang bisa ditonton bersama tanpa ada bagian yang awkward.
Namun, bagi yang sudah terbiasa dengan animasi modern seperti Pixar atau Illumination, gaya visualnya terasa sedikit konvensional. Beberapa subplot terasa agak tipis, dan resolusi akhirnya cukup predictable meski tetap memuaskan. Tidak ada elemen kejutan besar, jadi bagi penonton dewasa yang mencari kedalaman, film ini lebih terasa sebagai hiburan keluarga murni.

 

Kesimpulan

That Christmas adalah animasi liburan yang hangat, lucu, dan penuh hati—benar-benar terasa seperti versi anak-anak dari Love Actually yang dikemas dengan cinta oleh Richard Curtis. Dengan cast suara berkualitas, animasi cerah, dan cerita yang menggabungkan keajaiban Natal dengan drama keluarga kecil, film ini jadi pilihan sempurna untuk ditonton bersama anak-anak atau seluruh keluarga di Netflix. Meski tidak revolusioner, ia berhasil menyampaikan pesan tentang kebersamaan, pengampunan, dan semangat Natal dengan cara yang tulus dan menyenangkan. Jika Anda mencari film Natal yang ringan, menghibur, dan membuat hati lebih hangat tanpa terlalu cheesy atau rumit, That Christmas sangat layak masuk daftar tontonan akhir tahun. Ini salah satu holiday special Netflix yang berhasil mencuri perhatian dan membuat musim liburan terasa lebih ajaib.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *