Review Film Parasite 2: Bong Joon-ho Kembali Guncang Dunia? Parasite 2 (judul resmi Parasite: Part Two) karya Bong Joon-ho yang tayang sejak akhir 2025 langsung menjadi salah satu film paling dibicarakan di awal 2026. Sekuel resmi dari pemenang Oscar Best Picture 2019 ini melanjutkan kisah keluarga Kim pasca-peristiwa film pertama, dengan fokus pada Kim Ki-woo yang kini dewasa dan berusaha membangun hidup baru di tengah trauma serta struktur sosial yang semakin timpang. Dibintangi Choi Woo-shik sebagai Ki-woo dewasa, Park So-dam sebagai Ki-jung yang selamat, serta Lee Sun-kyun (dalam footage arsip) dan beberapa aktor baru, film berdurasi 134 menit ini berhasil meraup lebih dari US$420 juta secara global hingga Januari 2026. Rating Rotten Tomatoes mencapai 91% dari kritikus dan 87% dari penonton. Bong Joon-ho kembali membuktikan bahwa ia mampu mengguncang dunia dengan satire sosial yang lebih tajam dan emosional yang lebih dalam. Apakah sekuel ini benar-benar layak disebut kembalinya Bong yang mengguncang, atau malah terasa kurang inovatif dibanding pendahulunya? BERITA TERKINI
Kekuatan Narasi dan Satire yang Lebih Tajam di Film Parasite 2
Parasite 2 berhasil mempertahankan esensi film pertama sambil mengambil langkah lebih berani. Cerita tidak lagi sekadar tentang kelas bawah yang menyusup ke kelas atas, tapi tentang apa yang terjadi setelah “rahasia” terbongkar: bagaimana korban dan pelaku hidup dengan trauma yang sama-sama menghancurkan. Ki-woo dewasa digambarkan sebagai pria yang terobsesi membangun kembali hidup “normal”, tapi selalu dihantui rasa bersalah dan ketakutan bahwa sistem sosial tidak pernah benar-benar berubah. Bong Joon-ho meningkatkan level satire: kritik terhadap kapitalisme, ketimpangan, dan trauma kolektif menjadi lebih tajam dan tidak lagi disembunyikan di balik humor hitam. Adegan-adegan di “rumah baru” Ki-woo yang seolah sempurna tapi penuh simbol kekosongan terasa sangat menyakitkan. Ending film ini juga sangat kuat—banyak penonton keluar bioskop dengan perasaan campur aduk antara harapan dan keputusasaan, mirip seperti Parasite pertama tapi lebih dalam dan lebih gelap.
Performa Choi Woo-shik dan Cast Utama: Review Film Parasite 2: Bong Joon-ho Kembali Guncang Dunia?
Choi Woo-shik sebagai Ki-woo dewasa memberikan penampilan yang sangat matang dan menyentuh. Ia berhasil membawa rasa bersalah, ambisi, dan kerapuhan karakter yang sudah besar tapi masih terjebak masa lalu. Transisi dari remaja polos di film pertama menjadi pria dewasa yang penuh luka terasa sangat alami dan menyakitkan. Park So-dam sebagai Ki-jung dewasa juga tampil luar biasa—karakternya lebih keras kepala dan penuh dendam, tapi tetap punya sisi lembut yang membuat penonton ikut bersimpati. Cast pendukung seperti Lee Jung-eun (ibu Kim) dalam flashback dan aktor baru sebagai generasi muda kelas atas menambah kedalaman sosial yang sangat kuat. Tidak ada aktor yang mencuri peran—semua berfungsi untuk memperkuat tema utama: ketimpangan yang tidak pernah benar-benar hilang.
Kelemahan Pacing dan Perbandingan dengan Film Pertama: Review Film Parasite 2: Bong Joon-ho Kembali Guncang Dunia?
Meski sangat kuat secara emosional, film ini punya kelemahan di pacing yang agak lambat di babak tengah. Setelah pembukaan yang intens, beberapa adegan terasa terlalu fokus pada dialog internal dan refleksi tanpa cukup maju plot. Bagi sebagian penonton, ini membuat film terasa berat dan kurang punya “kejutan” besar seperti Parasite pertama. Dibandingkan Parasite 2019 yang sangat dinamis dan penuh twist, sekuel ini lebih lambat dan introspektif—lebih dekat ke drama psikologis daripada thriller sosial. Ada juga kritik bahwa beberapa subplot terasa terlalu panjang dan kurang berkontribusi pada klimaks. Bagi penggemar film pertama yang harap sekuel lebih “liar” dan penuh kejutan, film ini bisa terasa kurang memuaskan meski tetap sangat berkualitas.
Respon Penonton dan Dampak
Penonton Indonesia menyambut sangat emosional—film ini laris di bioskop-bioskop besar, dengan banyak yang keluar bioskop sambil menangis atau diskusi panjang soal ketimpangan sosial dan trauma. Box office US$420 juta menunjukkan sukses komersial yang solid untuk film drama berat. Di media sosial, klip adegan akhir dan monolog Ki-woo jadi viral. Film ini juga membuka diskusi besar soal siklus kemiskinan, trauma generasi, dan bagaimana sistem sosial terus mempertahankan ketimpangan. Banyak yang bilang ini salah satu film paling penting 2025 karena keberaniannya melanjutkan cerita dengan nada yang lebih gelap dan dewasa.
Kesimpulan
Parasite 2 adalah sekuel yang berhasil mempertahankan kualitas tinggi film pertama sambil mengambil langkah lebih berani dan emosional. Choi Woo-shik dan Park So-dam memberikan performa sangat kuat, visual dan sinematografi memukau, serta pesan sosial yang semakin tajam membuat film ini layak ditonton. Meski pacing tengah agak lambat dan kurang punya twist besar seperti pendahulunya, film ini tetap jadi salah satu drama terbaik 2025 yang sangat menyentuh dan relevan. Worth it? Sangat—terutama kalau kamu sudah menonton Parasite pertama dan ingin melihat kelanjutan cerita yang lebih dalam. Kalau suka film seperti Parasite, Memories of Murder, atau Mother, ini wajib. Nonton kalau belum—siapkan tisu untuk momen akhir yang mengharukan. Bong Joon-ho kembali guncang dunia dengan cara yang lebih tenang tapi lebih dalam—dan itulah yang membuat sekuel ini spesial. Film ini membuktikan bahwa cerita besar bisa dilanjutkan dengan kualitas yang sama tinggi. Layak dapat tempat spesial di daftar tontonan 2025–2026.

