Review Film Kingdom: Ashin of the North – Spin-off Sadis. Kingdom: Ashin of the North (킹덤: 아신전), spin-off resmi dari serial fenomenal Kingdom yang rilis di Netflix pada Juli 2021, masih sering disebut sebagai salah satu konten zombie paling gelap dan sadis dalam universe Kingdom. Dengan durasi sekitar 92 menit, film spesial ini berfungsi sebagai prequel yang menceritakan asal-usul Ashin (Bae Doona), karakter misterius yang baru muncul di season 2 serial utama. Disutradarai oleh Kim Seong-hun dan ditulis oleh Kim Eun-hee (penulis Kingdom), spin-off ini berhasil mempertahankan atmosfer mencekam Joseon sambil menambah lapisan kekejaman yang lebih brutal. Banyak penonton menganggapnya sebagai “bagian paling sadis” dalam seluruh franchise Kingdom—bukan karena gore berlebihan, melainkan karena kekejaman psikologis dan tragedi yang sangat dalam. REVIEW FILM
Narasi Gelap dan Asal-usul Ashin: Review Film Kingdom: Ashin of the North – Spin-off Sadis
Film ini berlatar 10–12 tahun sebelum peristiwa Kingdom season 1. Ashin masih remaja di desa perbatasan utara Joseon yang dihuni suku Jurchen (suku nomaden yang sering disebut “barbar” oleh kerajaan). Desa Ashin hidup damai dengan suku tetangga berkat perjanjian damai, tapi semuanya berubah ketika pasukan Joseon melakukan pembantaian massal terhadap suku Jurchen atas perintah pejabat tinggi. Ayah Ashin, kepala desa, dibunuh secara kejam, dan seluruh keluarga serta penduduk desa dibantai. Ashin selamat dan bersumpah balas dendam. Cerita kemudian mengikuti perjalanan Ashin yang berubah dari gadis polos menjadi pemburu dingin yang haus darah. Ia belajar memanah, bertahan hidup di hutan, dan akhirnya menemukan “rahasia” wabah zombie yang ternyata berasal dari tanaman misterius di wilayah utara. Film ini menjelaskan asal-usul Ashin sebagai pemburu zombie yang tangguh di season 2, sekaligus menunjukkan bagaimana tragedi masa kecilnya membentuk karakter yang dingin dan penuh dendam. Narasi tetap mempertahankan kritik sosial khas Kingdom: kekejaman kekuasaan, pengkhianatan, dan korban rakyat kecil yang terlupakan.
Atmosfer Mencekam dan Kekerasan Psikologis: Review Film Kingdom: Ashin of the North – Spin-off Sadis
Ashin of the North jauh lebih gelap dan sadis dibandingkan season reguler Kingdom. Tidak ada banyak adegan aksi zombie massal seperti di serial utama—malah fokusnya pada kekejaman manusia terhadap manusia. Adegan pembantaian desa Ashin sangat brutal dan realistis: anak-anak dibunuh, wanita diperkosa dan dibantai, serta kepala ayahnya dipenggal di depan matanya. Semua itu disajikan tanpa sensor berlebihan, membuat penonton merasa tidak nyaman dan marah. Performa Bae Doona sebagai Ashin dewasa sangat kuat—tatapan matanya yang dingin, gerakan memanah yang presisi, dan ekspresi kosong saat membunuh membuatnya terasa seperti pembunuh profesional yang sudah mati rasa. Atmosfer hutan salju utara, kabut tebal, dan suara angin dingin semakin memperkuat rasa kesepian dan keputusasaan. Musik latar karya Kim Tae-seong tetap mempertahankan nuansa gugak Joseon yang mencekam, membuat setiap adegan terasa lebih berat.
Kelemahan dan Kritik
Meski sangat kuat di atmosfer dan emosi, film ini punya beberapa kelemahan. Durasi 92 menit terasa agak panjang untuk cerita yang sebenarnya bisa lebih padat. Beberapa adegan flashback terasa bertele-tele, dan endingnya agak terburu-buru tanpa penjelasan mendalam tentang nasib Ashin setelah pembalasan. Bagi penonton yang belum menonton Kingdom season 1 dan 2, cerita mungkin terasa kurang lengkap karena banyak referensi yang mengandalkan serial utama.
Warisan dan Nilai Tonton Ulang
Ashin of the North berhasil memperkaya universe Kingdom dengan menjelaskan asal-usul salah satu karakter paling misterius. Ia juga memperkuat tema utama serial: bahwa wabah zombie bukan satu-satunya monster—manusia dengan kekuasaan dan dendam jauh lebih menakutkan. Di Indonesia, film ini tayang sukses di Netflix dan menjadi salah satu konten Korea paling dibicarakan tahun 2021. Banyak penonton menyebutnya sebagai “bagian paling sadis dan gelap” dalam seluruh franchise Kingdom karena kekerasan yang lebih personal dan psikologis.
Kesimpulan
Kingdom: Ashin of the North pantas disebut sebagai spin-off zombie Joseon paling sadis dan gelap. Dengan narasi pembalasan dendam yang brutal, performa Bae Doona yang sangat kuat, atmosfer hutan salju yang mencekam, dan kekerasan psikologis yang dalam, film ini berhasil memperkaya universe Kingdom tanpa kehilangan esensi aslinya. Jika Anda penggemar serial Kingdom, ini adalah tontonan wajib yang menjelaskan banyak misteri. Jika Anda mencari aksi zombie massal seperti season reguler, mungkin akan terasa lebih lambat. Tapi jika Anda siap merasakan tragedi dan dendam yang menghancurkan, Ashin of the North adalah pilihan tepat. Film ini bukan sekadar spin-off—ia adalah cerita balas dendam yang meninggalkan bekas permanen. Layak ditonton setelah season 1 dan 2, dan efeknya akan bertahan lama setelah kredit bergulir.

