Review Film Josee. Film Josee yang dirilis pada 2020 menjadi salah satu drama romantis Korea paling menyentuh dan penuh nuansa di masanya. Disutradarai oleh Kim Jong-kwan, film ini merupakan adaptasi dari cerita pendek Jepang klasik, dibintangi Nam Joo-hyuk sebagai Young-seok dan Han Ji-min sebagai Josee. Cerita berpusat pada pertemuan tak terduga antara seorang mahasiswa biasa dengan seorang wanita penyandang disabilitas yang hidup terisolasi, tapi penuh imajinasi. Meski bergenre romance dengan sentuhan fantasi ringan, film ini lebih menonjol sebagai drama karakter yang dalam, membahas tema penerimaan diri, kebebasan, dan cinta yang tak sempurna tapi tulus. BERITA BOLA
Sinopsis dan Gaya Narasi: Review Film Josee
Cerita dimulai saat Young-seok, mahasiswa yang bekerja paruh waktu, tanpa sengaja bertemu Josee – wanita yang menggunakan kursi roda dan hidup bersama neneknya di rumah kecil yang penuh buku. Josee, yang memilih nama itu dari karakter novel favoritnya, hidup dalam dunia imajinasi karena keterbatasan fisiknya, jarang keluar rumah, dan punya kepribadian tajam tapi rapuh. Young-seok mulai membantu mereka secara rutin, dan perlahan hubungan mereka berkembang dari sekadar belas kasihan menjadi ikatan emosional yang mendalam.
Gaya narasi film ini tenang dan penuh detail kecil – banyak adegan panjang yang fokus pada interaksi sehari-hari, seperti membaca buku bersama, mendorong kursi roda di taman, atau berbagi cerita mimpi. Elemen fantasi muncul melalui imajinasi Josee yang kaya, di mana ia membayangkan dirinya berenang bebas di lautan atau berjalan tanpa batas. Konflik utama datang dari perjuangan Josee menerima kondisinya dan ketakutan Young-seok menghadapi realitas hubungan yang tak biasa. Alur yang lambat tapi mengalir ini membuat penonton ikut merasakan setiap langkah kecil dalam perjalanan mereka.
Akting dan Chemistry Pemain: Review Film Josee
Han Ji-min dan Nam Joo-hyuk memberikan penampilan yang luar biasa sensitif. Han Ji-min memerankan Josee dengan lapisan kompleks: wanita cerdas yang tajam lidah sebagai pertahanan diri, tapi juga lembut dan rentan saat membuka hati. Ia berhasil menunjukkan emosi Josee tanpa berlebihan, membuat karakternya terasa nyata dan mudah disempati. Nam Joo-hyuk sebagai Young-seok membawa nuansa pria biasa yang tulus – awalnya polos dan agak kikuk, tapi perlahan tumbuh menjadi seseorang yang rela berkorban demi orang yang dicintai.
Chemistry keduanya terbangun secara alami dan halus, terutama di adegan-adegan diam seperti saling pandang atau berbagi earphone. Meski ada perbedaan usia nyata antara aktor, itu justru menambah kedalaman pada dinamika hubungan mereka. Pemain pendukung seperti nenek Josee juga solid, memberikan kehangatan keluarga tanpa mencuri fokus. Secara keseluruhan, akting mereka jadi kekuatan utama yang membuat cerita sederhana ini terasa begitu intim dan menyentuh.
Tema dan Pesan yang Tersirat
Josee mengeksplorasi tema disabilitas dengan cara yang manusiawi dan tak menghakimi – bukan memfokuskan pada “kasihan”, tapi pada keinginan Josee untuk hidup bebas dan dicintai apa adanya. Film ini bicara tentang batas antara realitas dan imajinasi, di mana dunia buku dan mimpi jadi pelarian sekaligus sumber kekuatan. Young-seok mewakili orang luar yang belajar melihat melampaui keterbatasan fisik, sementara Josee mengajarkan tentang keberanian menerima diri sendiri.
Ada pesan mendalam tentang cinta yang tak sempurna: hubungan mereka penuh tantangan, tapi justru itu yang membuatnya berharga. Film ini juga menyentuh isu isolasi sosial dan bagaimana satu orang bisa membuka dunia baru bagi yang lain. Nuansa fantasi ringan – seperti adegan berenang di imajinasi – jadi metafor kebebasan yang diidamkan Josee. Pesan terdalamnya adalah cinta sejati bukan tentang mengubah seseorang, tapi menerima dan mendampingi dalam segala keterbatasan. Ending yang bittersweet tapi penuh harapan meninggalkan rasa hangat sekaligus pilu.
Kesimpulan
Josee adalah drama romantis yang tenang tapi sangat powerful, dengan penggambaran hubungan yang realistis dan emosi yang mendalam. Akting memukau Han Ji-min dan Nam Joo-hyuk, ditambah gaya narasi halus dan tema penerimaan diri, membuat film ini jauh lebih dari sekadar cerita cinta biasa. Bukan film yang penuh drama besar atau twist mendadak, tapi kekuatannya ada pada momen-momen kecil yang penuh makna dan kehangatan. Bagi penggemar romance Korea yang suka cerita dewasa dengan sentuhan fantasi ringan dan pesan tentang kebebasan batin, film ini wajib ditonton. Ia akan meninggalkan rasa haru tentang betapa indahnya dicintai apa adanya, meski dunia tak selalu sempurna. Klasik modern yang tetap relevan sebagai pengingat bahwa cinta bisa membawa kita “berenang bebas” di lautan hidup.

