Review Film Goblin. Awal Desember 2025 membawa kejutan manis bagi penggemar drama fantasi ketika Goblin—atau lebih tepat disebut Guardian: The Lonely and Great God—kembali menduduki puncak daftar tontonan di berbagai platform streaming global. Serial 16 episode yang rilis tahun 2016 ini mencatat lonjakan penonton hingga 75 persen dalam sebulan terakhir, didorong oleh kampanye remaster 4K dan rekomendasi algoritma yang menargetkan penonton muda haus cerita abadi. Kisah Kim Shin, prajurit Goryeo yang dikutuk jadi goblin abadi, bertemu Ji Eun-tak, gadis SMA yang bisa melihat hantu dan ditakdirkan sebagai pengantinnya, tetap relevan karena mengeksplorasi cinta, kematian, dan penebusan dengan cara yang tak lekang waktu. Dengan rating akhir mencapai 20,5 persen saat tayang perdana, kini di 2025, ia jadi bukti bahwa fantasi romansa bisa jadi obat nostalgia sekaligus inspirasi baru di tengah hiruk-pikuk akhir tahun. BERITA BOLA
Cerita Fantasi yang Menyentuh Jiwa: Review Film Goblin
Inti kekuatan Goblin terletak pada alur yang memadukan mitologi Korea kuno dengan realitas modern Seoul. Kim Shin, goblin kesepian yang haus akhir hidup abadinya, bertemu Eun-tak yang penuh semangat meski didera tragedi keluarga. Plot berkembang melalui serangkaian mimpi, hantu, dan pertemuan lintas waktu, di mana Eun-tak harus memutuskan apakah menikah dengannya berarti kematian—atau kebebasan. Elemen fantasi seperti pedang goblin yang tak terlihat dan gerbang ke alam lain disisipkan tanpa membingungkan, justru memperkaya tema takdir versus pilihan bebas. Meski ada keluhan atas flashback berulang, alur tetap mulus dari awal hingga akhir, dengan twist emosional seperti rahasia Grim Reaper yang terungkap secara bertahap. Di 2025, cerita ini terasa seperti pelarian sempurna, mengingatkan penonton bahwa cinta sejati sering kali datang dari tempat tak terduga, lengkap dengan momen humor ringan yang seimbang dengan air mata.
Karakter yang Tak Terlupakan dan Bromance Epik: Review Film Goblin
Karakter utama jadi magnet utama serial ini. Kim Shin, dengan karisma abadi dan luka masa lalu, mewakili perjuangan melawan kutukan, sementara Eun-tak adalah pahlawan perempuan yang tangguh—optimis di tengah penderitaan, tapi tak ragu menantang nasib. Chemistry mereka terbangun pelan tapi kuat, dari pertemuan awkward di atap sekolah hingga pengorbanan akhir yang mengharukan. Tak kalah ikonik adalah bromance antara Goblin dan Grim Reaper: sahabat-rival yang saling sindir tapi rela mati demi satu sama lain, lengkap dengan dialog tajam yang bikin ngakak. Pemeran pendukung seperti keponakan Goblin yang polos dan sahabat Eun-tak menambah warna, membuat dinamika kelompok terasa autentik. Review terkini di 2025 memuji bagaimana karakter ini, meski fantasi, mencerminkan isu manusiawi seperti kesedihan dan persahabatan, menjadikannya relatable bagi penonton lintas usia—terutama generasi Z yang melihatnya sebagai metafora mental health.
Produksi Megah dan OST yang Legendaris
Secara produksi, Goblin adalah masterpiece visual 2016 yang masih kinclong di 2025 berkat remaster HD. Syuting di Kanada untuk musim dingin dramatis, istana Goryeo yang detail, hingga jalanan Seoul malam hari—semua dirancang untuk memukau, dengan sinematografi yang menangkap keindahan musim semi di tengah salju. Kostum dari hanbok tradisional hingga mantel panjang modern jadi tren fashion yang masih diikuti, terutama adegan rescue Goblin dan Grim Reaper yang viral lagi di media sosial. Yang paling membekas adalah OST: lagu-lagu seperti “Stay With Me” dan “Beautiful” mendominasi chart saat rilis, dan kini di 2025, klip pendeknya masih tren di platform video singkat, naik 40 persen pencarian. Editing dinamis menjaga ritme 60-75 menit per episode tetap engaging, tanpa filler berlebih, membuatnya ideal untuk binge-watch akhir pekan.
Kesimpulan
Goblin bukan sekadar drama fantasi; ia adalah puisi visual tentang keabadian cinta yang rapuh, dan di 2025, ia tetap jadi benchmark untuk genre ini. Meski ada kritik atas pacing flashback, kekuatannya dalam cerita menyatu, karakter mendalam, dan produksi indah membuatnya wajib tonton—bahkan untuk pemula K-drama. Bagi penggemar lama, rewatch membawa insight baru tentang penebusan; bagi yang baru, ia janjikan perjalanan emosional yang tak tergantikan. Dengan pengaruh budayanya yang abadi—dari OST viral hingga bromance ikonik—Goblin mengingatkan bahwa terkadang, goblin paling kesepian justru yang paling layak dicinta. Jika belum, mulai sekarang; 16 episode ini akan ubah cara Anda lihat akhir bahagia.

