Review Film Target. Film Target (2023) karya Park Hee-kon menjadi salah satu thriller Korea Selatan yang paling segar dan relatable di tengah maraknya cerita balas dendam atau pembunuhan berantai. Cerita berpusat pada Soo-hyun, wanita biasa yang hidupnya berubah jadi mimpi buruk saat ia beli barang bekas online dan jadi korban penipuan, pencucian uang, hingga ancaman nyawa. Dibintangi Shin Hye-sun sebagai Soo-hyun dan Kim Sung-kyun sebagai detektif yang awalnya skeptis, film ini raih sukses dengan lebih dari 1 juta penonton di Korea. Hingga 2025, Target tetap relevan karena tema penipuan online yang semakin marak, campur suspense ringan, humor hitam, dan kritik sosial tentang dunia digital. BERITA BOLA
Plot dan Ritme yang Cepat: Review Film Target
Cerita dimulai sederhana: Soo-hyun beli mesin cuci bekas secara online untuk hemat, tapi barang tak datang dan penjual hilang. Saat ia lapor polisi, malah dirinya yang dicurigai terlibat pencucian uang karena rekeningnya dipakai transaksi ilegal. Plot cepat eskalasi: ancaman datang, identitasnya dicuri, dan ia harus buru sendiri pelaku di dunia online yang gelap.
Park Hee-kon jaga ritme ketat: paruh pertama fokus komedi frustrasi sehari-hari—birokrasi polisi, customer service tak berguna—lalu paruh kedua masuk suspense saat ancaman jadi fisik. Twist datang dari cara pelaku manipulasi digital: phishing, deepfake singkat, dan jejak online yang tak terhapus. Endingnya memuaskan tanpa terlalu dramatis, beri rasa kemenangan kecil tapi realistis di era di mana penipuan online sering tak tertangkap.
Akting dan Karakter yang Relatable: Review Film Target
Shin Hye-sun brilian sebagai Soo-hyun: wanita kantoran biasa yang awalnya pasrah, tapi perlahan jadi nekat dan cerdas lawan sistem. Ekspresinya saat frustrasi telepon bank atau polisi bikin penonton ikut kesal dan tertawa. Kim Sung-kyun solid sebagai detektif Jang—skeptis dan birokratis di awal, tapi akhirnya simpati dan bantu Soo-hyun.
Karakter pendukung seperti rekan kerja atau pelaku online beri lapisan realisme—tak ada villain kartun, hanya orang biasa yang tamak di balik layar. Chemistry Shin Hye-sun dengan ensemble buat film terasa ringan meski tema serius: Soo-hyun mewakili kita semua yang pernah kesal belanja online. Akting natural mereka angkat film jadi lebih dari thriller, jadi komedi sosial yang relatable.
Arahan dan Elemen Teknis
Park Hee-kon tunjukkan kendali cerdas: visual fokus layar ponsel, chat bubuk, dan notifikasi yang bikin penonton ikut tegang. Sound design pintar—suara ping chat atau telepon tak diangkat tingkatkan paranoia. Sinematografi campur handheld untuk chaos digital dan steady untuk momen emosional.
Film ini kritik tajam pada budaya belanja online, polisi cyber yang lamban, dan mudahnya manipulasi identitas digital. Humor hitam datang dari absurdity situasi—korban malah dicurigai kriminal. Pada 2025, elemen teknisnya semakin relevan di era scam semakin canggih, tanpa perlu efek mahal.
Kesimpulan
Target adalah thriller ringan tapi cerdas yang ubah pengalaman sehari-hari belanja online jadi mimpi buruk suspense. Park Hee-kon ciptakan cerita relatable dengan twist cukup, dukung akting top Shin Hye-sun yang bikin Soo-hyun terasa seperti teman sendiri. Film ini tak cuma hiburan—ia sorot bahaya dunia digital dengan cara fun tapi bikin mikir. Wajib tonton bagi yang suka thriller tanpa kekerasan berat, tapi penuh ketegangan modern. Pada akhirnya, Target ingatkan bahwa satu klik salah bisa ubah hidup—dan kadang, target sesungguhnya adalah kita semua di era online. Film segar yang tetap worth watch bertahun-tahun kemudian.

