Review Film Perjanjian Gaib: Janji yang Tak Boleh Dilanggar. Perjanjian Gaib tayang di bioskop Indonesia pada 28 November 2024 dan langsung menjadi salah satu film horor lokal yang paling ramai dibicarakan akhir tahun itu. Disutradarai Rizal Mantovani dengan durasi 105 menit, film ini dibintangi Luna Maya sebagai Nadia, seorang ibu muda yang nekat membuat perjanjian dengan makhluk gaib demi menyelamatkan anaknya yang sakit parah. Cerita berpusat pada konsekuensi mengerikan ketika janji itu dilanggar, menggabungkan elemen horor supranatural, drama keluarga, dan kritik sosial tentang keputusasaan orang tua. Dengan rating penonton tinggi di bioskop dan apresiasi atas atmosfer gelap serta performa Luna Maya, film ini berhasil menarik perhatian karena tidak sekadar mengandalkan jumpscare, melainkan membangun ketegangan dari rasa bersalah dan penyesalan yang terasa sangat manusiawi. INFO CASINO
Alur Cerita dan Plot: Review Film Perjanjian Gaib: Janji yang Tak Boleh Dilanggar
Nadia adalah ibu tunggal yang anaknya, Arga, menderita penyakit langka yang tidak tertolong pengobatan medis konvensional. Setelah berbagai upaya gagal dan tabungan habis, Nadia mendengar cerita tentang “perjanjian gaib” yang bisa menyembuhkan penyakit dengan imbalan sesuatu yang sangat berharga. Dalam keputusasaan, ia menemui seorang dukun di pinggiran kota dan membuat janji: kesembuhan anaknya dengan imbalan nyawa orang yang paling dekat dengannya di masa depan. Arga sembuh dengan cepat, tapi Nadia mulai dihantui mimpi buruk, penampakan makhluk hitam, dan kejadian aneh di sekitar rumah. Ketika janji mulai “ditagih”, Nadia menyadari bahwa “orang terdekat” itu bukan orang lain, melainkan dirinya sendiri atau orang yang ia cintai. Plot semakin menegangkan ketika makhluk gaib itu mulai mengambil korban satu per satu dari lingkaran keluarga dan teman Nadia. Ada twist tentang asal-usul perjanjian yang ternyata sudah diwariskan turun-temurun di keluarganya, serta upaya Nadia mencari cara membatalkan janji dengan mengorbankan hal lain. Meski beberapa bagian tengah terasa agak lambat demi membangun emosi, klimaksnya sangat intens dengan adegan ritual dan konfrontasi akhir yang penuh darah serta penyesalan. Endingnya pahit dan tidak memberi kemenangan mudah, meninggalkan pesan bahwa ada janji yang memang tak boleh dilanggar—dan konsekuensinya akan datang meski bertahun-tahun kemudian.
Pemeran dan Penampilan: Review Film Perjanjian Gaib: Janji yang Tak Boleh Dilanggar
Luna Maya memberikan penampilan paling kuat dalam kariernya sebagai Nadia. Ia berhasil menyampaikan peralihan dari ibu yang penuh harapan menjadi wanita yang hancur oleh rasa bersalah dan ketakutan dengan sangat meyakinkan. Ekspresi wajahnya saat menyadari apa yang telah ia korbankan terasa sangat nyata dan menyayat hati. Pemeran anak sebagai Arga tampil natural dan polos, membuat penonton ikut merasakan kepolosan yang kontras dengan kegelapan yang mengelilinginya. Pemeran pendukung seperti Teuku Rifnu Wikana sebagai dukun dan Widyawati sebagai nenek Nadia menambah kedalaman pada elemen supranatural dan keluarga. Secara keseluruhan, akting ensemble sangat solid, terutama dalam adegan-adegan intim keluarga yang menjadi jantung emosional film ini. Visual dan makeup untuk makhluk gaib juga cukup meyakinkan tanpa terlalu bergantung pada CGI berlebihan.
Elemen Horor dan Tema Perjanjian
Horor di Perjanjian Gaib berasal dari kombinasi supranatural dan psikologis: penampakan makhluk hitam yang muncul tiba-tiba, mimpi buruk yang terasa nyata, dan rasa bersalah yang terus menggerogoti Nadia. Film ini tidak banyak mengandalkan jumpscare murahan, melainkan membangun ketegangan melalui keheningan, suara ambient yang mencekam, dan close-up wajah karakter yang penuh penyesalan. Tema utama adalah konsekuensi dari keputusasaan orang tua yang rela melakukan apa saja demi anak—dan bagaimana perjanjian gaib menjadi simbol janji yang tak boleh dilanggar. Ada kritik halus terhadap budaya “cari jalan pintas” melalui perdukunan serta tekanan sosial pada ibu untuk selalu mengutamakan anak di atas segalanya. Beberapa adegan gore dan kekerasan cukup intens, tapi tidak berlebihan sehingga tetap terasa pas untuk genre horor psikologis. Film ini berhasil membuat penonton merinding bukan karena hantu, melainkan karena rasa takut bahwa keputusan salah satu bisa menghancurkan hidup selamanya.
Kesimpulan
Perjanjian Gaib adalah horor Indonesia yang kuat dan menyentuh, berhasil menggabungkan elemen supranatural dengan drama keluarga yang realistis dan emosional. Luna Maya memimpin dengan penampilan memukau sebagai ibu yang terjebak dalam keputusasaan, sementara arahan Rizal Mantovani membangun atmosfer gelap yang konsisten tanpa bergantung pada gimmick murahan. Meski pacing tengah agak lambat dan beberapa twist terasa familiar, film ini sukses menyampaikan pesan mendalam tentang janji yang tak boleh dilanggar serta konsekuensi keputusasaan orang tua. Bagi penggemar horor psikologis yang suka cerita dengan bobot emosional, ini adalah tontonan yang sangat direkomendasikan. Skor keseluruhan: 8/10—horor yang tidak hanya menyeramkan, tapi juga menyisakan rasa pilu yang lama.
